Sounds of Rabeka

Culture & Creative Movement

12/27/20252 min read

Sounds of Rabeka

Ketika Bunyi, Gerak, dan Budaya Amarasi Menjadi Bahasa Baru Generasi Kreatif

Di tengah dunia yang semakin bising oleh algoritma dan tren instan, budaya sering kali hanya menjadi latar—bukan suara utama. Padahal, di banyak sudut Nusantara, budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan denyut hidup yang terus bergerak, beradaptasi, dan menunggu untuk didengarkan kembali.

Dari tanah Amarasi, Nusa Tenggara Timur, lahir sebuah gagasan yang tidak sekadar ingin melestarikan, tetapi menghidupkan ulang makna budaya melalui bahasa yang dipahami generasi hari ini. Gagasan itu bernama Sounds of Rabeka.

Rabeka: Gerak, Ritme, dan Identitas Amarasi

Rabeka adalah sebuah tarian tradisional dari suku Amarasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dalam praktik budaya lokal, Rabeka bukan sekadar pertunjukan estetika, melainkan ritual sosial—sebuah medium ekspresi kebersamaan, perayaan, dan hubungan manusia dengan alam serta leluhur.

Gerak Rabeka lahir dari ritme tubuh, hentakan kaki, dan pola kebersamaan. Ia tidak berdiri sendiri, tetapi selalu terhubung dengan bunyi: suara tanah yang dipijak, irama musik tradisional, dan energi kolektif komunitas.

Di sanalah Rabeka menemukan maknanya yang paling dalam:
bunyi dan gerak sebagai satu kesatuan bahasa.

Dari Tarian ke Resonansi: Lahirnya Sounds of Rabeka

Sounds of Rabeka bukan sekadar judul, melainkan sebuah tafsir baru atas Rabeka itu sendiri. Jika Rabeka adalah gerak, maka Sounds of Rabeka adalah gema—resonansi budaya yang diterjemahkan ke dalam spektrum kreatif modern: musik, visual, multimedia, dan narasi digital.

Gerakan ini lahir dari pemikiran visioner VJ Beats dan Melkianus Benusu, founder dari Benusu—sebuah entitas kreatif yang konsisten menjadikan budaya sebagai fondasi eksplorasi artistik.

Sounds of Rabeka memandang budaya bukan sebagai artefak yang dibekukan, melainkan sebagai sumber bunyi, ritme, dan ide yang terus berkembang.

Bunyi sebagai Medium Perlawanan dan Identitas

Dalam konteks hari ini, bunyi bukan hanya musik. Bunyi adalah:

  • suara identitas

  • bahasa ekspresi

  • medium perlawanan terhadap homogenisasi budaya

Sounds of Rabeka mengangkat bunyi sebagai simbol bahwa budaya lokal memiliki frekuensi sendiri—yang tidak harus tunduk pada standar global, tetapi mampu berdialog dengannya.

Melalui pendekatan lintas disiplin—musik elektronik, beat kontemporer, visual eksperimental, dan storytelling budaya—Rabeka diterjemahkan ke dalam ruang baru tanpa kehilangan ruh asalnya.

Ini bukan modernisasi yang menghapus, tetapi transformasi yang menghormati akar.

Gerakan, Bukan Sekadar Proyek

Sounds of Rabeka dirancang sebagai gerakan budaya dan kampanye kreatif, bukan event sesaat. Gerakan ini membuka ruang bagi:

  • kolaborasi lintas generasi

  • dialog antara tradisi dan teknologi

  • eksplorasi identitas lokal dalam format global

Bagi Benusu, budaya bukan hanya sesuatu yang “dipamerkan”, tetapi dipikirkan, diproduksi, dan diperdebatkan. Sounds of Rabeka menjadi wadah bagi generasi muda untuk tidak sekadar mengonsumsi budaya, tetapi mengolah dan menciptakan makna baru darinya.

Amarasi dalam Lanskap Kreatif Masa Kini

Mengangkat Rabeka berarti mengangkat Amarasi ke dalam lanskap kreatif nasional dan global. Namun bukan dengan cara folkloris yang romantik, melainkan dengan pendekatan kritis dan progresif.

Sounds of Rabeka bertanya:

  • Bagaimana budaya lokal berbicara di era digital?

  • Bagaimana tradisi bertahan tanpa kehilangan relevansi?

  • Bagaimana generasi muda bisa menjadi subjek, bukan penonton, dari budayanya sendiri?

Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi fondasi gerakan—menjadikan Sounds of Rabeka bukan hanya estetika, tetapi sikap budaya.

Benusu dan Tanggung Jawab Kreatif

Sebagai platform kreatif, Benusu memposisikan diri bukan sekadar produsen karya, tetapi penjaga narasi. Dalam konteks Sounds of Rabeka, Benusu berperan sebagai jembatan antara:

  • tradisi dan inovasi

  • lokalitas dan globalitas

  • ingatan kolektif dan masa depan

Melalui riset budaya, eksplorasi artistik, dan kolaborasi komunitas, Sounds of Rabeka menjadi bukti bahwa kreativitas yang berakar pada budaya memiliki daya hidup yang panjang dan bermakna.

Sounds of Rabeka: Mendengar Kembali yang Pernah Ada

Pada akhirnya, Sounds of Rabeka adalah ajakan untuk mendengar kembali. Mendengar tanah, gerak, bunyi, dan cerita yang selama ini terpinggirkan oleh kebisingan modern.

Ia bukan nostalgia. Ia adalah kesadaran.

Bahwa di dalam Rabeka, di dalam Amarasi, di dalam Nusa Tenggara Timur, terdapat suara yang layak menjadi bagian dari percakapan dunia.

Dan kini, suara itu memiliki nama.
Sounds of Rabeka.