7 Skill Wajib Anak SMK DKV agar Tidak Kalah di Dunia Kreatif

Desain Komunikasi Visual

12/21/20252 min read

white concrete building during daytime
white concrete building during daytime

Masuk jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) sering dianggap keren. Bisa desain, edit foto, bikin poster, sampai ngonten. Tapi kenyataannya, jago desain saja sekarang belum cukup.
Di era sosial media dan industri kreatif yang serba cepat, anak SMK DKV harus punya skill yang lebih luas agar tidak kalah saing setelah lulus.

Lalu, skill apa saja yang wajib dikuasai anak DKV sejak SMK? Ini dia 7 skill penting yang bisa jadi bekal masa depanmu.

1️⃣ Skill Desain Dasar yang Kuat (Bukan Asal Estetik)

Skill pertama jelas: dasar desain yang kuat.
Bukan sekadar “kelihatan bagus”, tapi paham konsep seperti:

  • Komposisi

  • Warna

  • Tipografi

  • Hierarki visual

Banyak anak DKV bisa pakai aplikasi, tapi belum tentu paham kenapa desainnya seperti itu. Padahal di dunia kerja, desainer harus bisa menjelaskan alasan di balik desainnya.

👉 Ingat: tren boleh berubah, tapi dasar desain itu abadi.

2️⃣ Kemampuan Storytelling Visual

Desain itu bukan cuma gambar, tapi cerita.
Konten yang kuat selalu punya pesan dan emosi.

Anak DKV wajib bisa:

  • Menyampaikan pesan lewat visual

  • Mengatur alur cerita dalam poster, feed, atau video

  • Membuat audiens “ngeh” tanpa banyak teks

Skill ini sangat penting di dunia:

  • Sosial media

  • Branding

  • Konten kreator

  • Iklan digital

Kalau desainmu bisa “bercerita”, nilainya langsung naik.

3️⃣ Menguasai Tools Digital yang Relevan

Di dunia kreatif, tools itu senjata.
Anak SMK DKV sebaiknya menguasai beberapa software utama seperti:

  • Canva (untuk cepat & praktis)

  • Adobe Photoshop & Illustrator

  • CapCut / Premiere untuk konten video

  • Figma untuk desain digital

Bukan berarti harus jago semuanya, tapi paham fungsi dan alurnya.
Dunia kerja butuh orang yang adaptif, bukan yang kaku satu aplikasi saja.

4️⃣ Skill Komunikasi & Kerja Tim

Ini sering diremehkan, padahal sangat penting.
Desainer tidak bekerja sendirian.

Anak DKV harus bisa:

  • Menjelaskan ide desain

  • Menerima revisi tanpa baper

  • Bekerja sama dengan klien, editor, atau tim konten

Banyak desainer pintar gagal berkembang karena tidak bisa berkomunikasi dengan baik.

👉 Di dunia kreatif, attitude sama pentingnya dengan skill.

5️⃣ Personal Branding & Portofolio Digital

Kalau kamu tidak menunjukkan karya, orang tidak akan tahu kemampuanmu.
Anak SMK DKV wajib mulai membangun:

  • Portofolio digital

  • Media sosial profesional (Instagram, Behance, dll)

Bukan cuma upload karya, tapi ceritakan:

  • Konsep

  • Proses

  • Tujuan desain

Di era digital, portofolio online bisa membuka peluang kerja bahkan sebelum lulus.

6️⃣ Pemahaman Sosial Media & Tren Digital

Anak DKV hidup di era konten.
Maka penting untuk paham:

  • Karakter tiap platform (Instagram, TikTok, YouTube)

  • Tren visual yang sedang berkembang

  • Algoritma dasar sosial media

Desainer yang paham sosial media akan lebih unggul karena:

  • Desainnya relevan

  • Kontennya lebih “kena”

  • Mudah masuk dunia content creator & digital marketing

Tapi ingat, ikuti tren dengan cerdas, bukan sekadar ikut-ikutan.

7️⃣ Mental Tangguh & Mau Terus Belajar

Skill terakhir ini justru yang paling penting: mental.

Dunia kreatif itu:

  • Banyak revisi

  • Banyak penolakan

  • Banyak perbandingan di sosial media

Anak DKV harus siap:

  • Dikritik

  • Salah

  • Belajar ulang

Desainer yang bertahan bukan yang paling jago sejak awal, tapi yang paling konsisten belajar dan tidak mudah menyerah.

Penutup: Anak DKV Harus Lebih dari Sekadar Bisa Desain

Menjadi anak SMK DKV di era sekarang adalah peluang besar, tapi juga tantangan.
Kalau kamu hanya mengandalkan skill desain tanpa strategi, kamu bisa tertinggal.

Dengan menguasai 7 skill di atas, kamu tidak hanya siap lulus, tapi juga siap:

  • Masuk dunia kerja

  • Jadi freelancer

  • Berkembang di dunia konten digital

Ingat, dunia kreatif selalu butuh orang visual.
Pertanyaannya: kamu mau jadi penonton atau pelaku?